Kitchen Organization

Meng-organized dapur sama juga seperti bagian rumah lainnya, semua tergantung kebutuhan dan bagaimana kebiasaan kita di ruangan tersebut. Dan kali ini saya mau berbagi cerita tentang bagaimana saya meng-organized dapur saya.
Biasanya yang saya lakukan pertama kali adalah mengidentifikasi barang apa saja yang saya perlukan di dapur. Tahun demi tahun dan dengan bertambahnya pengalaman memasak, pastinya saya menemukan cara-cara/alat-alat masak yang ternyata lebih sesuai untuk saya atau ternyata saya tidak membutuhkannya. Karena ketika saya akan merapikan dapur saya pada saat baru pindah, saya kembali membuat daftar barang-barang yang saya perlukan di dapur. Untuk yang mencoba menata ulang dapurnya, langkah ini juga di perlukan untuk mengevaluasi, apakah ada barang yang selama ini kita punya tapi tidak pernah kita gunakan karena ternyata kita memang tidak memerlukannya sehingga mungkin bisa kita berikan pada yang membutuhkan atau kita jual hehehehe…

Oh ya, perlu saya ceritakan, saya tinggal di flat yang kecil (45m2) hanya berdua dengan suami dan beberapa barang di dapur saya adalah milik landloardnya hehehe.. Alhamdulillah ngga perlu beli banyak barang jadinya.. Ok, beginilah saya membuat daftar barang di dapur saya:

Cooking

  • Pots & pans : 1 panci sedang, 1 panci kecil, 1 panci kecil untuk 1 indomie, 1 kukusan, 2 wok besar, 1 pan sedang, 1 pan kecil buat menggoreng, 1 pan crepes dan 1 grill pan.
  • Ovenware/Bakeware : 1 loyang bulet, 1 loyang kotak besi, 1 loyang kotak keramik.
  • Gadgets : Oven, hand chopper, mixer, mokka, meat grinder, water kettle, rice cooker.
  • Utensils : capitan, pembuka kaleng, spatula, 1 pisau daging, 2 pisau biasa, 2 saringan kecil, pemotong pizza, 3 turner kayu, 2 centong sayur, 1 parutan, 2 corong, flour sifter, kuas kue dan kuas masak, pisau pengupas, rolling pin, gunting, apple slicer.
  • Mixing & measuring tools : 1 set mixing bowl (3 ukuran), 1 timbangan.
  • Food storage & organising : 3 set food container (dari yang besar sampe yang kecil buat sambel), klip makanan, karet gelang, plastic freezer, oven paper, almunium foil, plastic wrap.
  • Talenan : 1 khusus non daging, 1 buat daging, 1 kecil punya landlord.
  • Kitchen textiles : 1 Apron, 1 cempal kotak, 1 mitten, 1 lap tangan, 1 lap piring.
  • 3 Alas panas.

Eating

  • Plates & Serveware : 6 piring ceper, 6 piring biasa, 6 piring kecil, 6 mangkok kecil, 1 piring saji besar (semua punya landlord), 4 mangkok sedang, 3 piring saji kecil.
  • Glassware & jugs : 6 gelas punya landlord, 4 gelas hadiah nutella, 1 mug, 2 gelas besar, 1 jug.
  • Cutlery : 6 set tidak seragam sendok, garpu dan pisau (punya landlord), beberapa sendok kecil.
  • Beberapa alas makan.

Nah selain alat/perabot untuk memasak dan makan, tentunya di dapur juga saya akan meletakkan bumbu-bumbu, bahan makanan dan produk pembersih rumah. Karenanya ke dua hal tersebut juga nantinya harus di pikirkan pengalokasian tempatnya.

Langkah ke dua adalah menggambar lemari-lemari/storage-storage yang ada di dapur saya, sehingga saya bisa mengalokasikan lemari yang ini untuk ini, lemari yang itu untuk itu. Juga saya bisa mengetahui apakah storage yang ada cukup untuk semua kebutuhan saya atau tidak. Dan inilah gambar dapur saya :

Iya dapur saya memang hanya sebaris ini saja, tidak lebih lebar dari 2.5 meter panjangnya. Karenanya saya harus selektif dalam memilih barang, bila tidak perlu tidak usah di beli hehehe…
Ok, setelah saya membuat list barang dan storage yang ada, biasanya ini waktunya saya melamun sambil mikirin “enaknya barang ini dimana ya.”, ”kalo disitu, nanti pas masak jauh dong ya..”, “emm ngga efektif…”, “oh ini disini aja.. jadi kalo perlu lagi masak deket deh..”, “wah yang ini ngga cukup spacenya.. gimana ya..” .
Dalam proses berfikir ini saya juga memikirkan dan men-simulasikan kegiatan memasak saya. Ambil bahan makanan dari kulkas, cuci, potong-potong, masak, kasih bumbu, dll.
Sebelumnya untuk memudahkan proses ini, ada bagian-bagian dari storage yang fungsinya sudah jelas. Seperti :- Lemari di bawah paling kanan, adalah lemari bumbu. Karena bentuk rak yang sudah jelas buat bumbu.- Lemari di atas tempat cuci, yang bentuk bagian bawahnya bolong-bolong karena di peruntukan untuk meletakkan barang dapur yang basah sehabis dicuci agar airnya bisa turun dengan baik. Rasanya sulit dialih fungsikan.. bisa sih kalau mau.. hehehehe…- Atau juga lemari di bawah sink, yang rasanya sudah jadi pengetahuan umum biasanya di gunakan untuk meletakkan bahan-bahan pembersih.- Dan tentunya laci dibawah kompor, pastinya untuk storage cutlery.Sehingga tidak banyak storage yang tersisa dari gambar dapur saya ini.. hihihi..
Akhirnya setelah di pikirkan maka saya memutuskan untuk mengalokasikan barang-barang sebagai berikut :
Untuk lebih jelasnya lebih baik kita bahas satu-satu aja kali ya. Dimulai dari lemari atas kanan kiri ke kanan baru lemari bawah kiri ke kanan.
Lemari di dapur saya yang paling besar adalah lemari atas paling kiri ini dan lemari di bawah kompor. Tapi karena rasanya lemari di atas paling kiri kurang cocok di isi barang pecah belah (karena letaknya diatas, yang untuk mencapai rak paling atas perlu bantuan kursi, jadi nya terlalu bersiko, piring pecah dan sebagainya). Karenanya di lemari kiri atas ini saya isi dengan bahan makanan.Bahan makanan sendiri saya kelompokkan lagi dan karena bahan makanan itu lumayan banyak, akhirnya saya menggunakan rak tambahan untuk memaksimalkan space yang ada.
Pada rak bagian atas,1 Merupakan barisan dari stok garam, gula, maizena, dll.2 Saya kelompokkan dalam satu container plastik putih (bekas kemasan produk) semua hal yang menyangkut bahan membuat kue, seperti segala macam tepung, coklat untuk kue, baking powder, kismis, dll.3 Juga pada satu container, saya kelompokkan bahan makanan untuk masakan, seperti kacang-kacangan (tanah, ijo), tepung roti, jamur-jamuran, dan gula merah.

4 Pada bagian ini, saya gunakan 1 kontainer tinggi untuk meletakkan stok bumbu seperti jahe, lengkuas, ketumbar, dll. Dan dibagian atasnya biasanya saya letakkan kue Savioardi (Lady finger)Juga bahan makanan yang jarang di pakai seperti Nori, kembang tahu. Juga 1 toples berisi brown sugar yang biasanya saya gunakan untuk menggantikan gula merah (disini ngga ada gula merah euy).
Pada rak bagian bawah, saya menggunakan rak tambahan yang lebih kecil karena memang memerlukan space yang lebih besar di sebelah kanannya.5 Disini saya meletakkan bahan makanan dengan kemasan botol kaca kecil. Seperti sambel cina, bumbu pesto, kecap ikan, dll.6 Pada bagian ini karena rak bagian atasnya lebih kecil jadi 2 kontainer putih yang saya gunakan posisinya tidak sepeti pada rak bagian atas. Tapi yang satu ada di bawah rak tambahan (berisi bumbu-bumbu instant kemasan sachet) dan satu lagi container putih saya letakkan di depan container yang satu lagi. Di container yang didepan ini isinya, bumbu-bumbu yang kecil seperti terasi hehehe… kaldu-kaldu, asem jawa, bumbu instant yang sudah di pakai setengah.7 Nah di bagian ini tempatnya makanan dan bahan makanan kemasana kaleng. Seperti santen, sarden, tuna, buah kaleng, tomat kemasan kaleng, jagung pruntul, jalapeno, jamur kalengan.
Berikutnya adalah lemari diatas sink. Seperti yang sudah saya bilang, lemari ini bagian bawahnya bolong-bolong karena untuk perabot dapur basah yang baru di cuci.Namun karena keterbatasan space, maka saya memutuskan dari 6 piring ceper, 6 piring biasa, 6 piring kecil, 6 mangkok kecil, 1 piring saji besar milik landlord, saya hanya akan menggunakan 6 piring biasa, 2 piring ceper dan 2 piring kecil. Barang-barang tersebut akan saya letakkan di rak bagian atas lemari diatas sink ini dan sisanya akan saya simpan saja.Selain itu di rak bagian atas, saya juga akan meletakkan talenan kecil, 3 piring plastic kecil dan tutup-tutup panci.Sedangkan di rak bagian bawahnya, saya fungsikan seperti seharusnya saja. Untuk meletakkan perabot dapur basah untuk menunggu kering.

Lemari ini saya sebut saja Exhaust cabinet, karena letaknya yang di atas exhaust fan dan bagian dalamnya yang spacenya berkurang cukup signifikan karena ada pipanya exhaust fan.
Bagian atas,1 Untuk barang-barang landlord yang kecil-kecil, seperti mangkok-mangkok dan cangkir-cangkir yang tidak saya pakai.2 Dibagian ini untuk barang-barang plastic, seperti piring plastic yang biasa saya pakai untuk piknik, juga ada gelas plastic, sendok dan garpu plastic, mangkok plastic dan tissue makan (napkin).

Bagian bawah,3 Disebelah kiri tempat saya meletakkan 1 kontainer besar yang saya pakai untuk kerupuk yang sudah di goreng.4 Disebelah kanan saya tumpuk container-kontainer kosong, yang kecil di dalam yang besar.

Rak atas paling kanan ini, karena spacenya kecil jadi saya mengalokasikannya untuk 2 golongan makanan yang tidak terlalu banyak, carbo (beras, mie dan pasta) dan breakfast.
Pada bagian atas,Disini tempatnya 1 kotak beras (1 kg) untuk emergency (kalau-kalau beras habis di hari minggu atau saya lagi males beli beras hehehehe). Juga tempat indomie dan mie-mie instant lain. Biasanya saya hanya beli 10 indomie saja, dan itu cukup awet buat kami berdua. Lalu beberapa jenis pasta seperti spaghetti dengan 2 ukuran, tagliatelle, fusilli dan penne.
Bagian bawah,Khusus makanan yang berhubungan dengan sarapan dan minuman. Seperti roti, nutella, selai, teh, kopi, cereal, susu coklat bubuk, sekoteng dan bajigur seduh.
Nah sekarang mari kita bahas bagian bawah, mulai dari kiri.Karena lemari di bawah sink sudah di bahas sebagai tempat pembersih rumah dan tempat sampah, maka kita lanjut bahas lemari sebelahnya, lemari di bawah kompor.
Lemari ini cukup padat di bandingkan dengan yang lain. Pertama bagian paling atas (1) laci. Alhamdulillah lacinya udah ada penyekat yang bisa di customized.  Karena beberapa cutlery tidak cukup bila saya letakkan di laci seperti 2 centong yang saya punya, maka saya meletakkannya di lemari bagian tengah (2) bersama dengan: tumpukan piring-piring landlord yang tidak saya gunakan, alas-alas makan, tumpukan gelas-gelas, piring saji kecil, grill pan. Juga beberapa utensil seperti: parutan.Pada bagian bawah (3) saya gunakan untuk baki landlord, Loyang keramik, chopper, cetakan burger, meat grinder, mokka, corong, panci besar dan water jug.
Dan yang terakhir,  Lemari bawah paling kanan, yang menurut saya raknya memang sudah jelas buat bumbu. Jadi pad arak atas (2) tentunya saya letakkan botol2 bumbu saya yang cantik dan beberapa bumbu lainnya. Dibagian rak bawah (3) saya letakkan minyak goreng cadangan, olive oil, balsamic vinegar dan cuka apple. Pada bagian depannya saya buat wadah pemisah dari kotak bekas untuk memisahkan, 2 macam plastic frezer, 1 kotak untuk sarung tangan plastic bekas dari supermarket yang suka saya bawa pulang untuk membuang sampah, lalu 1 kotak lagi untuk mesin hand chopper dan stok klip makanan dan karet gelang. Serta bagian kosong sisanya untuk temat stok kerupuk yang belum di goreng.
Mengenai no 1, ini adalah bumbu wajib saya. Saya selalu meletakkan bumbu wajib ini di sebelah kompor, sehingga setiap kali saya masak, mudah bagi saya untuk menggunakannya. Bumbu wajib saya ini terdiri dari garam, gula, kecap manis, merica dan minyak wijen.

Setelah mengalokasikan tempat-tempat diatas, maka saya harus menambah storage lagi karena ternyata ngga cukup hhehehe.. dan akhirnya saya beli lemari kayu biasa yang murah aja. Saya pilih yang warnanya natural, dan bentuknya hanya rangka aja, jadi tidak mengintimidasi dapur saya dan tidak membuat ruangan dapur saya jadi berasa makin sempit hehehehe…Dan ini lah lemari tambahan itu :  1 Ini adalah kitchen towel/tissue yang buat di kitchen. Sengaja posisinya disini biar kalo masak perlu gampang.2 Disini tempat saya meletakkan tumpukan wajan-wajan, pan-pan dan panci-panci. Sebelah kirinya itu adalah jajaran Loyang-loyang dan timbangan.3 Oven dan disebelahnya adalah tumpukan, almunium foil, oven paper dan plastic wrap. Sebelah paling kiri adalah bumbu meja, 1 wadah berisi saos tomat, saos sambel, kecap bango, dan garam. Jadi kalo lagi makan baso, soto, atau yang perlu saos-saosan dan kecap, saya tinggal bawa 1 wadah ini saja ke meja.4 Dibagian ini dari kiri ke kanan, kotak beras kapasitas 6 liter, yang di belakangnya tempat saya menaruh botol kosong untuk air dingin dikala summer, juga persediaan susu atau minuman ringan (ice tea/coca cola). Di sebelah kotak beras adalah tempat bawang-bawangan dan ketela-ketelaan. Disebelahnya masih kosong.

5 Di paling bawah ini dari kiri ke kanan, kardus bekas yang berisi obat-obatan tradisional Indonesia seperti kunyit putih dan sarang semut papua. Lalu diatasnya kotak obat biasa. Disebelahnya tempat saya meletakkan buku-buku dan catatan resep. Dan terakhir kotak di paling kanan adalah container yang berisi persediaan bahan makanan yang saya bawa dari Indonesia.. harta nih hehehe.. dari mulai terasi, bumbu instant, gula merah, kemiri.. yah lumayan lah hehehehe…6 Dipaling atas ini, rencananya saya akan letakkan kardusnya handchopper dan mixer saya. Oh juga panggangan yang saya bawa dari Bandung hehehe…
Nah selesailah sudah.. oh ya kalau-kalau ada yang menanyakan, untuk rice cooker dan water boiler saya letakkan di atas meja makan.. abis ngga cukup spacenya.. sangat sangat terbatas hehehe…
Jadi ini gambar total dari dapur saya… Jadi gimana? Semoga sharing pengalaman saya mengatur dapur saya bisa bermanfaat bagi yang membacanya. Dalam pengaturan kan tidak ada yang benar dan salah, selama suatu system pengaturan berlaku buat seseorang maka system itu dapat dikatakan benar untuk orang tersebut. Jadi jangan takut untuk memulai mengatur dapur dan kemudian melakukan penyesuaian-penyesuaian. Yang penting kuncinya satu. Selalu kembalikan barang ketempatnya semula..
Ok sampai jumpa di sharing organized berikutnya😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

kalender

March 2011
M T W T F S S
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: